Berita

Penggunaan Desinfektan Elektrik Patut Dicoba, Pananganan Lingkungan Bersih dan Sehat

Kenali Lampu Ultraviolet

Cahaya sinar UV sangat efektif melakukan deaktifasi mikroogranisme, misalnya seperti virus, protozoa, dan bakteri. lampu UV ini mengirimkan energi elektromagnetik pada lampu merkuri menuju materi genetic yakni DNA dan RNA. Saat cahaya lampu UV menembus bagian dinding sel lalu melumpuhkan kemampuan dari reproduksi dari bakteri tersebut. Dalam hal ini, cahaya dari lampu UV mengacaukan dan mengganggu rantai RNA/DNA dalam proses duplikasi sel bakteri, dengan begitu mikroorganisme pun menjadi tidak aktif, dan tak dapat melakukan reproduksi.

Lampu ultraviolet juga biasa dimanfaatkan sebagai alat proses desinfektan, dengan kata lain tak hanya sekedar lampu yang mampu menghasilkan sinar Ultraviolet saja. Dimana dalam proses higienis dan steril demi menjamin mutu dan kualitas bebas dari mikroba maupun penyakit jadi aman. Untuk itu, lampu ini juga sering dimanfaatkan sebagai lampu desinfektan. Menurut panjang sinar gelombangnya sendiri, lampu UV diklasifikasikan ke dalam 3 tingkatan utama, yang mana semakin pendek panjang gelombang pada sinar UV tersebut, maka karakteristiknya semakin kuat, Dimana tingkatan lampu tersebut mulai dari UV-A, UV-B hingga UV-C.

Sama halnya dengan jenis lampu yang lain, jenis lampu ultraviolet mempunyai prinsip kerja yang juga hampir serupa. Sinar UV diancarkan lewat lampu tersebut yang telah dilindungi kaca bening. Ada 2 macam lampu UV didalam keseluruhan perangkat sinar UV itu sendiri. Pertama, lampu dengan memancarkan sinar gelombang yang panjangnya dibawah 366 nm dan kemudian yang kedua dengan panjang gelombang sekitar 254 nm. Bila sinar yang diperlukan menyinari sebuah alat biasanya berada dalam rentang panjang gelombang sekitar 300nm, dengan begitu lampu pun menyala pada panjang gelombang sebesar 366 nm. tetapi yang biasa digunakan dalam Desinfeksi. tanindo.net

Baca juga

bahan pengental alkohol dan air

basic pembuatan hand sanitizer

Radiasi

Radiasi UV dapat dibagi menjadi hampir UV (panjang gelombang: 380–200 nm) dan UV vakum (200–10 nm). Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380–315 nm), yang juga disebut “Gelombang Panjang” atau “blacklight”; UVB (315–280 nm), yang juga disebut “Gelombang Medium” (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut “Gelombang Pendek” (Short Wave). wikipedia

Lampu Ultraviolet memancarkan sinar radiasi yang akan digunakan untuk membunuh bakteri, hindari untuk melihat secara langsung lampu tersebut karena dapat mengakibatkan Radiasi atau radang terhadap mata.

Misalnya saja radiasi dalam panjang gelombang yang berada di bawah rentangan 320 nm bisa begitu berbahaya. Hal tersebut harus dihindarkan dari kontak secara langsung untuk menghindari kulit terkena iritasi. Pastikan pengguna menggunakan kacamata dan lengan panjang pada saat lampu Ultraviolet tersebut hendak di cek atau dinyalakan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Mohon untuk Non-Aktifkan AdBlok. Terima Kasih